|
Ekspedisi di maluku tenggara
15-29 November 2006 (15 hari/14 malam)
Tenggara pulau maluku merupakan salah satu daerah yang paling terpencil dari kepulauan Indonesia. Berlokasi di luar pulau bali, ratusan pulau dari kepulauan ini tersebar dengan luas dari utara laut banda, laut di Indonesia yang paling dalam, dengan jurang sedalam lebih dari 7000 meter.
Berlayar menyebrangi utara laut Banda akan membawa pada beberapa pulau yang indah ini, beberapa diantaranya berasal dari letusan gunung berapi dan ditumbuhi dengan tumbuh-tumbuhan yang indah, yang lainnya berupa pulau-pulau karang, lebih kering dan tandus dan ditumbuhi nyiur yang melambai di pinggirnya.
kepulauan ini, bagaimanapun terpencilnya, merupakan sebuah tempat yang sangat menawan bagi para penjelajah, disana ada pegunungan tinggi yang masih aktif untuk didaki, suku-suku dengan kekayaan budaya nenek moyangnya untuk dijumpai, pulau-pulau yang tak berpenghuni yang berada di lautan biru yang dalam, karang-karang kaleidoskop yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dan pemandangan yang menakjubkan yang akan berubah setiap paginya, saat anda kembali ke dek kapal setelah tidur di malam hari di Katharina. Selamat berlayar untuk penjelajahan pelayaran yang sangat berbeda.
Tanggal: Dari 15 November 2006 sampai 29 November 2006
Berangkat: Timika (Barat Papua) – Berlabuh: Maumere (Flores)
Harga:USD 2.950 per orang
Termasuk: 15 hari berlayar dan penerbangan domestik PP Bali. Makanan dan minuman
(kecuali minuman beralkohol) termasuk dalam pelayaran. (*)
Excluding: sailor staff tips (5 to 10 USD/day)
Availability: 16 Guests
(*) Diving is not included but could be organized on demand. The price charged will depend on the number of divers.
Rencana perjalanan yang diajukan
15 nov: penerbangan malam hari dari bali ke timika dengan pesawat garuda B737. sampai di pagi hari dan setelah mendapatkan kembali barang-barang bawaan kami, dilanjutkan dengan naik bis (1,5 jam) ke pelabuhan dihulu sungai beberapa mil dari laut. Kami akan berangkat dan tidak lama kemudian akan berada dalam pelayaran menuju ke pulau Aru. Perhentian untuk berenang di lautan biru akan dinikmati di sore hari sama halnya dengan memancing. Pelayaran malam hari.
16 nov: kami akan menghabiskan hari pertama kami di kepulauan aru dengan menjelajahi terusan utama yang memisahkan dua pulau yang lebih besar. Keadaaan lingkungan ini merupakan keunikan dunia dimana sebagian merupakan air asin dan sebagian lainnya adalah air tawar yg tergantung dari pasangnya air laut. Berhenti di desa-desa lokal juga direncanakan dengan sangat baik seperti pendakian singkat mengelilingi hutan. Pelayaran singkat di malam hari.
17 nov: hari kedua kami di kepulauan aru akan dihabiskan dengan menjelajahi pulau-pulau tak berpenghuni yang merupakan “Cagar alam Aru Tenggara”, cagar alam kecil yang terkenal di tenggara kepulauan ini: snorkelling, penyelaman penjelajahan dan pendakian singkat. Pada tengah hari, kami akan berlayar ke barat menuju Tanimbar.
18 nov: kami akan berhenti untuk pertama kalinya di bagian utara Tanimbar, di pulau Fordade dan Larat. Menjelajahi desa, pendakian di alam, pantai, snorkelling dan penyelaman penjelajahan akan menjadi kegiatan hari ini. Pelayaran singkat di malam hari.
19 nov: menuju ke selatan, di bagian barat dari kepulauan ada beberapa pulau sunyi yang indah dengan hutannya yang belum tersentuh dipenuhi dengan burung-burung, anggrek liar dan kuskus. Ini akan menjadi penjelajahan alam selanjutnya, penelusuran pesisir pantai dan waktu untuk beristirahat di pantai-pantai terpencil. Pelayaran malam hari.
20 nov: pulau Dai di kepulauan Babar adalah pegunungan kapur yang menakjubkan yang menjulang setinggi 650 meter diatas permukaan laut. Pantai-pantai dan karang-karangnya sangat luar biasa. Kami juga dapat melakukan perjalanan mengitari seluruh pulau untuk menikmati pemandangan yang mengagumkan dari puncaknya. Penduduk lokal pergi berburu dengan busur dan panah di pulau ini. Pelayaran malam hari.
21 nov: pulau vulkanik, Damar, memiliki gunung vulkanik yang masih aktif yang dapat didaki dalam waktu 3 jam, paling baik di pagi hari setelah fajar menyingsing. Pilihan lainnya, kita dapat melakukan pendakian dengan jalur yang lebih mudah melalui tumbuhan rempah-rempah, hutan kelapa dan hutan hujan yang masih asli, berakhir di desa setempat. Di siang hari pelayaran selama 2 jam ke pulau tak berpenghuni Pulau Terbang Utara untuk menikmati keaslian panta-pantainya, karang-karangnya (snorkelling dan menyelam), dan danau di tepi pantai yang dipenuhi dengan burung – termasuk segerombolan burung pelikan yang kadang-kadang muncul.
22 nov: kepulauan Sermata yang terpencil adalah sekelompok kecil pulau kapur yang kering dengan beberapa desa di pesisir pantai. Penyelaman di tempat-tempat yang telah kami jajaki berkelas dunia dengan kesempatan yang baik untuk melihat banyak spesies. Kami juga akan berjalan di pulau utama dan menikmati waktu bersantai di pantai-pantai di Pulau Kelapa yang kecil.
23 nov: pagi hari di pulau tak berpenghuni Moapora, di kepulauan Romang: menyisiri pantai, snorkelling, menyelam, dan pendakian singkat di daratan. Siang hari, kami akan berasa di pulau Romang yang sangat cocok untuk 3 jam pendakian dari desa di timur ke teluk yang indah di barat melalui hutan jeruk dan buah-buahan dengan pemandangan yang memikat di sekeliling pulau. Pelayaran malam hari.
24 nov: Wetar mungkin satu-satunya pulau di tenggara Maluku yang jarang diketahui; dengan suku-suku yang sangat terisolasi yang masih dikatakan sebagai penghuni di dalam hutan ini. Kami akan melakukan perhentian di pagi hari di sepanjang pesisir utara: pendakian di darat menyusuri sungai dengan airnya yang sangat jernih. Siang harinya berlayar ke ujung barat pulau Wetar untuk penyelaman dan snorkelling yang menakjubkan dekat dengan pulau kecil di pinggir pantai. Pelayaran malam hari.
25 nov: pagi pertama kami di Alor akan dihabiskan dengan menjelajahi pulau utama: desa-desa adat disana berlokasi di puncak-puncak bukit dan memiliki arsitektur yang khusus. Kami akan mendaki di pagi hari selama 3 jam dari satu desa ke desa berikutnya. Kembali ke kapal di siang hari dan berlayar ke Pulau Pura tidak jauh dari situ: anda dapat menikmati snorkelling dan menyelam yang mempesona dari pinggir pantai, dan juga berjalan di desa pesisir pantai dimana masyarakat setempat membuat kain ikat yang sama baiknya dengan beberapa minuman anggur yang terbuat dari getah nyiur. Pelayaran malam hari yang singkat.
26 nov: daerah vulkanik, Sirung, di pulau Pantar mungkin merupakan daerah vulkanik yang paling menarik untuk didaki di Indonesia ini. Gunungnya masih sangat aktif dengan lubang-lubang besar yang memancarkan belerang dan kolam-kolam lumpur yang mendidih yang dapat didekati dari jarak aman. Ini merupakan 7 jam perjalanan dari sejak sebelum fajar sampai waktu makan siang. Pilihan lainnya, anda akan menikmati kunjungan ke dusun kecil dan berenang di air yang sangat jernih di sekitar kapal. Pelayaran siang hari ke pulau Rusa yang tak berpenghuni: panta-pantainya sangat luar biasa, karang-karangnya menawan dan pulaunya seperti namanya dipenuhi dengan rusa yang mudah terlihat dimana-mana, kadang-kadang bahkan dapat terlihat dari pantai. Pelayaran malam hari.
27 nov: pagi hari di Ile Ape, semenanjung vulkanik di utara di pulau Lembata. Gunung vulakniknya yang masih mengeluarkan asap merupakan pemandangan yang luar biasa untuk dilihat di siang hari. Mendaki ke desa leluhur di kaki gunung vulkanik. Penduduknya membuat beberapa kain ikat yang sangat bagus mutunya disini, meneruskan teknik-teknik aslinya. Pelayaran siang hari menuju pulau Adonara. Kami akan menghabiskan siang hari di pulau kecil berpasir yang tak berpenghuni tak jauh dari pulau utama: berenang, snorkelling dan bersantai.
28 nov: pagi terakhir kami di kapal akan dihabiskan di pulau Besar, pulau dengan pegunungan vulkanik tak jauh dari Flores. Pendakian di alam, snorkelling, menyelam dan menjelajahi pantai di pantai-pantainya yang berpasir hitam. Pelayaran siang hari menuju ke kota Maumere. Kapal akan menurunkan kami setelah makan siang, di hotel pinggir pantai dimana kami akan menghabiskan sisa siang dan malam hari.
29 nov: dalam perjalanan kami menuju bandara, kami akan berhenti di pasar yang sangat menarik tidak jauh diluar kota Maumere. Kemudian terbang kembali ke bali.
Catatan untuk para penumpang
Pelayaran panjang ke daerah yang infrastrukturnya dan persediaannya masih sangat kurang harus dipandang dengan pikiran yang terbuka. Waktu dan kebiasaan disana tidak selalu seperti yang kita harapkan. Standar kenyamanan dari alat angkut setempat dan daerah yang dikunjungi tentunya tidak seperti yang kita harapkan ada di Eropa. Rencana perjalanan ini sendiri bergantung pada keadaan laut dan dapat berubah bila keadaan memaksa.
|